Butuh Perhatian Dari Dinas Terkait Yayasan An-Nahal Darusalam PKBM Ikhlas Bersama

Butuh Perhatian Dari Dinas Terkait Yayasan An-Nahal Darusalam PKBM Ikhlas Bersama

Share artikel ini

Butuh Perhatian Dari Dinas Terkait Yayasan An-Nahl Darusalam PKBM Ikhlas Bersama

Bekasi||Jabar||DetikNews86.Com.
Ketua Korcam Lsm Prabhu Indonesia Jaya Pebayuran Kabupaten Bekasi, Pirman kunjungi Yayasan An-Nahl Darrusalam. Kunjungan Ketua Korcam Pebayuran” ini dalam rangka Mencerdaskan Anak Bangsa, Korcam Pebayuran sangat Menyayangkan khususnya kepada Pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan adanya Yayasan An-Nahal, Darusalam kegiatan Belajar Mengajar demi mencerdaskan Ank Bangsa Mengharapkan Bantuan dari Dinas terkait ikut peduli dengan keberadaan yayasan An-Nahal dari pemerintah Daerah maupun pusat

“Sebuah harapan yang besar dari pemilik sekaligus pengurus Yayasan an-Nahl Darrusalam dan juga salah satu sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM Ikhlas Bersama) yang beralamat di Kampung Babakn Pasar, RT/RW 09/01, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Beksi, Jawabarat, Pada hari Jum’at 28/1/2022/.

“Arifin Pemilik sekaligus pengurus yayasan dan juga Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) Ikhlas Bersama mengatakan,”Harapan kami ini kan sangat urgen yah, dan sangat perlu ya mudahan-mudahan, dengan adanya dorongan dari para media, karena buat santri- santri ini, yang di PKBM notabenenya iya itu tiap hari belajar,dan untuk pembangunan memang kami sangat perlu”, kata Arifin pemilik yayasan An- Nahl Darrusalam kepada awak media.

Dengan berdirinya yayasan tersebut yang mana tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa, agar para santrinya bisa mengenyam sebuah ilmu, pendidikan agama maupun sosial, demi masa depan anak muridnya, dari tahun 2015, berharap ada bantuan dari dinas terkait mau pun pusat. Yayasan tersebut sampai saat ini belum ada bantuan buat prasarana pembangunan untuk tempat tinggal para santri, dari anak didik, ustad Arifin, bahkan bangunan yang ada pun masih tertunda, karena belum ada atapnya, akibat keterbatasan biaya buat pembangunan gedung.

Lebih lanjut ia menambahkan, Karena kalau kita lihat mereka para santri tidur dengan seadanya dan bangunan masih memakai bambu, karena ini gedung juga belum jadi, maka harapan saya kalau gedung ini sudah jadi para santri bisa tidur disini, nah yang kami pikirkan banyak dari warga yang menitipkan putri, dengan program PKMB tapi Santri, untuk putra putri, dan bila bagunan ini sudah jadi bisa di pisahkan ada buat santri lelaki dan santri perempuan,karena jika di perbaiki di belakang adalah buat santri 40 orang”tutupnya.
(NR)