Diduga Bedah Rumah BSPS Tidak Transparan Di Desa Karanganyar Menjadi Salah Satu Ajang Bisnis

Diduga Bedah Rumah BSPS Tidak Transparan Di Desa Karanganyar Menjadi Salah Satu Ajang Bisnis

Share artikel ini

Diduga Bedah Rumah BSPS Tidak Transparan Di Didesa Karanganyar Menjadi Salah Satu Ajang Bisnis

Bekasi||Jabar||DetikNews86.Com-
Program (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) BSPS, dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) merupakan sarana agar warga yang Rumahnya tidak layak huni jadi layak huni Tentunya program ini sangat disambut antusias masyarakat yang mendapatkannya, meski masih saja ada oknum yang diduga mengambil keuntungan dalam program tersebut.
Senin (24/01/2022)

Berbagai macam bantuan diluncurkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu Salah satunya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Meski program ini, menjadi program unggulan Presiden Ir. Jokowidodo, dan juga merupakan salah satu program unggulan Bupati Kabupaten Bekasi, tidak membuat para oknum merasa segan untuk bermain, demi meraup keuntungan pribadi.

Seperti yang terjadi di kampung Kedaung Rt 02/05 Desa Karanganyar Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Salah satu penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang tidak mau idintitasnya disebutkan, menyatakan bahwa dirinya sangat merasa kecewa terhadap Oknum-oknum pendamping bantuan tersebut, baik oknum pendamping dari kampungnya sendiri, maupun oknum pendamping dari Desa Karanganyar.

Kekecewaanya bermula pada saat datangnya bahan-bahan material bangunan, seperti Batu Hebel, Genteng, Pasir, Besi, Kayu dan lain lainnya yang diantar oleh pihak toko penyuplai bahan matrial untuk bedah rumah.

“Saya sangat terkejut, ketika memberikan nota harganya hanya Nama-nama barangnya ajah harga barang nya berapa-berapanya tidak ditulis di Nota tersebut” paparnya dari Nara sumber.

Ia menerangkan bahwa pada tahun 2021, dirinya mendapat bantuan dari pemerintah berupa bedah rumah sebesar Rp17.500.000. Ia merasa senang dan bahagia dengan bantuan sebesar itu. Namun rasa senangnya berubah setelah datang bahan matrial yang diantar oleh toko dengan tidak ada harga barangnya biasanya dengan harga tertulis namun Nota ini tidak tertulis.

Setelah dirinya bertanya kepada sang Pendamping, mengapa harganya tidak ada, pendamping tersebut hanya menjawab bahwa dirinya ini hanya surat jalan aja Bang ucap nya“ karena saya Cuma pendamping untuk mengantar barang – barang tersebut,” ucap sumber menirukan jawaban sang Pendamping.

Menurut sumber, setelah bahan – bahan matrial semuanya terpasang barulah dirinya mengecek dan jumlah Nominal dana dengan harga umum pada toko-toko, ternyata nilai dari dana bantuan tersebut, tidak sampai Rp.16.500.000.

“Yang saya terima paling banyak 10 juta saja, jika seperti ini bantuan Bedah Ruma ini bukan mutlak bantuan untuk saya, itu artinya, pendamping juga dapat lebih dari memainkan harga barang yang sangat tidak jelas,”pungkasnya.

Salah seorang tenaga pendamping dari Desa Karanganyar, ketika dikonfirmasi team media dan LSM PRABHU INDONESIA JAYA melalui Viaa WhatsApp, apakah Betul Nota matrialnya tidak ada harganya Nama matrial dan Alamat matrialnya pun tidak ada pada Nota tersebut, pada bantuan bedah rumah tersebut, sehingga dana bantuan yang diterima oleh para penerima diduga tidak jelas,

Berkali- kali media dan Lsm Prabhu Indonesia jaya ini menyampaikan pertanyaan, Ibu juga termasuk pendamping LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), bantuan tersebut, dari pihak pendamping tidak membalas.

Patut diduga, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu teryata menjadi ajang bisnis oleh oknum yang tak bertanggungjawab, bahkan mereka tega mengambil keuntungan dalam penderitaan KPM, (Keluarga Penerima Manfaat)

Dugaan adanya permainan harga itu sudah diatur antara oknum pihak dinas dan oknum pihak kampung, yang berkerjasama dengan toko bangunan dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi, sehingga mereka telah merugikan pihak penerima bantuan karena bantuan tersebut tidak seutuhnya diterima oleh penerima.

Bantuan Stimulan perumahan swadaya Rp 16.500.000 (Enam Belas Juta Lima ratus Ribu) di kampung Kedaung Desa Karanganyar Kecamatan Karangbahagia kabupaten Bekasi, oleh pemerintah.   (NR)