Merry Alfrida Br Sitepu : Banjir Tahunan Mengaliri Sungai Sembahe

Merry Alfrida Br Sitepu : Banjir Tahunan Mengaliri Sungai Sembahe

Share artikel ini

DetikNews.86.Com || Sumatera Utara – Deli Serdang _ Mengklarifikasi secara detail tentang banjir yang terjadi di Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara, pada tanggal 30 April 2023 sekitar pukul 15 : 45 WIB.

Terjadinya banjir di aliran sungai di daerah Pemandian sepanjang wilayah desa Sembahe sampai daerah Kecamatan Namo Rambe, adalah sesuatu yang lumrah terjadi akibat air kiriman Hujan dari pegunungan sekitar daerah Bandar Baru atau Berastagi.
Tetapi sebagai daerah tujuan wisata, kesiagaan, kekompakan masyarakat dan para Pengusaha Wisata Pemandian Alam di Sekitaran Desa Sembahe membuat para Wisatawan dalam keadaan aman dan TIDAK ADA KORBAN JIWA. Karena 30 menit sebelum banjir tiba karyawan dan pengusaha wisata pemandian alam telah mengarahkan pengunjung untuk keluar dari aliran sungai.
Sekalipun selalu ada kekurangan dan kelemahan dalam setiap situasi, sebuah mobil yang parkir terlalu mendekat ke aliran sungai, kepanikan dan keterlambatan evakuasi Mobil yg parkir sangat dekat dengan aliran Sungai, sehingga mobil putih terbawa aliran air sungai.
Dalam waktu yang singkat,
Mobil berhasil ditemukan warga, dan ditemukan di Desa Sembahe dalam keadaan rusak parah. Namun dalam proses Evakuasi oleh petugas Setempat dan masyarakat desa Sembahe. Dan didalam mobil tersebut tidak ada KORBAN JIWA akibat mobil hanyut tersebut.

Secara alam, dan logika manusia, ini adalah situasi yang lumrah terjadi, dan dalam setiap situasi ini mengajarkan semua pihak untuk terus lebih berhati hati dalam mengantisipasi pencegahan benacama lebih dini, dan harus pahami tentang cuaca buruk pada naiknya volume air di sungai. Dan kepada Wisatawan Pemandian Alam Di Desa Sembahe agar harus selalu mematuhi petunjuk yg diberikan oleh karyawan atau pengusaha pemandian tersebut.

Tetapi satu hal yang tidak bisa luput kita hindari adalah apapun bisa saja terjadi dan dimana saja bisa terjadi, teguran bisa saja datangnya dari Sang Pencipta untuk kita menyadari bahwa ini bisa saja teguran untuk semua pihak dan unsur dalam masyarakat, ini bisa saja Tuhan ijinkan untuk mendatangkan kebaikan, dan ini bisa saja terjadi karena kita tidak memelihara alam… Jadi intinya untuk kita boleh mengoreksi diri… seperti lirik lagu Ebiet G Ade, *”Tanyalah pada rumput yang bergoyang”*

Jadi Himbauan kepada kita semua agar bijaksana dalam menggunakan media sosial dalam penyampaian berita. Dan kepada pembaca berita harus juga bijak dalam menanggapi berita hoax yg telah tersebar tentang peristiwa tersebut.
SEMBAHE AMAN dan NYAMAN. (Bang Im@n)