Pembangunan Jalan Aspal Kapling Kampung Pulo Di Soroti Dpn Lsm Kampak-Ri

Share artikel ini

Pembangunan Jalan Aspal Kapling Kampung Pulo Di Soroti DPN LSM KAMPAK-RI

Bekasi – DetikNews86.Com-Pekerjaan proyek pembangunan aspal Jalan Kapling Kampung Pulo Rt 005/03, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat disoroti Dpn Lsm-Kampak-RI. Senin (20/12/2021)

Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sedang berjalan tanpa papan nama proyek dan abaikan K3.

Hal itu kemudian mendapat sorotan dari Ketua divici investigasi Dpn LSM-KAMPAK-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia) Yusuf Supriatna, proyek yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bekasi diduga proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi, saat melaksanakan kegiatan pekerjaan pengaspalan dan diduga Ketebalan pengerasan tidak Standard dan pada saat pengerjaan pada saat ujan rintik-rintik.

“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” ungkap Yusuf.

Masih dikatakan Yusuf semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan perlengapan APD dan K3 kepada pihak pekerja bukan menggunakan sendal jepit.

Sangat jelas proyek pengaspalan kapling Kampung Pulo sudah jelas melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan, karna proyek yang sedang dikerjakan adalah uang rakyat. Tegas Yusuf.

Awak media mempertanyakan ke sipekerja terkait K3 dan APD menurut Pekerja saat di wawancari mengatakan bahwa kami tidak tau mengenai anggaran dan untuk kelengkapan terkait helem, sepatu dan rompi jawab si pekerja, saya sudah biasa setiap bekerja emang seperti ini apa yang saya pake. Saya hanya pekerja disuruh kerja ya, saya kerja selebih nya saya tidak tau,” Ucapnya.

Pantauan awak media dan Lsm di lapangan memang benar tidak ada terlihat papan proyek tersebut dan diduga lem aspal ( Prime Coat) kurang nempel karna kondisinya pengucuran lem aspal tergenang air karna hujan, jelas terlihat pekerjaan pengaspalan di kapling Kampung Pulo tidak memikirkan mutu dan kwlitas terkesan asal jadi.

Saya berharap Kepada Dinas terkait agar menindak tegas proyek yang di duga proyek siluman tanpa plang proyek dan abaikan K3.

(JP-TEAM)