PemDes Kertajaya Giat Sampel Darah Warga Diambil untuk Uji Herd Immunity

Share artikel ini

PemDes Kertajaya Giat Sampel Darah Warga Diambil untuk Uji Herd Immunity

DETIKNEWS86.COM.BEKASI-Pemerintah Kabupaten Bekasi menguji sampel darah Warga Kecamatan Pebayuran di wilayah Kantor Desa Kertajaya untuk memastikan uji kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19 pengambilan sampel ini sangat penting untuk mengetahui apakah Masyarakat Kabupaten Bekasi sudah mencapai kekebalan komunal atau belum.
Sabtu (13/11/2021)

Kegiatan tersebut untuk keperluan studi sero-epidemiologi Covid-19 berbasis populasi, yang berlangsung di seluruh Indonesia untuk mengetahui herd immunity yang terbentuk terhadap Covid-19.

“H.Hanip, Sos, MM.Camat Pebayuran mengatakan adanya program ini kami menyediakan sebanyak 100 warga dibagi 5 desa jadi tiap desa membawa warganya sebanyak 20 orang , untuk pengambilan sampel darah oleh dinas kesehatan , dan alhamdulillah semua terpenuhi dan itu juga warga yang terpilih secara acak berdasarkan data Kependudukan Kementrian Dalam Negri ( Kemendagri ) pengambilan sampel darah mulai dari warga yang usia 12 tahun ke atas hingga lanjut usia ( lansia ),” Pungkasnya. Ketika di wawancara oleh Awak Media

“Lanjut Acep Saepudin KaDes Kertajaya mengucapkan banyak terima kasih kepada ke pemerintahan Kabupaten Bekasi. dengan adanya pengambilan sampel darah untuk memastikan uji kekebalan tubuh atau kelompok herd immunity , dengan adanya Program ambil sampel darah dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Prodia , serta Dinas Kependudukan Catatan Sipil ( Dukcapil ) Kabupaten Bekasi , dan Puskesmas Pebayuran

Semoga adanya Program menguji sampel Darah Untuk warga Desa Kertajaya, Covid 19 ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini. Semoga Covid 19 berahir dan berlalu dari Negeri kita yang tercinta ini,” terangnya pada “DETIKNEWS86.COM

“UPTD Puskesmas Pebayuran Heny Fatmasari,SKM.mengatakan dalam kegiatan ini pengambilan sampel darah ini untuk keperluan studi seroepidemiologi Covid-19 yang berbasis populasi yang berlangsung di kabupaten bekasi untuk mengetahui herd immunity yang terbentuk terhadap Covid 19 ini,”
Semoga hasilnya segera didapat dan menjadi tolak ukur dalam kekebalan kelompok melawan Covid-19.

Penelitian tidak terfokus kepada responden yang sudah terkonfirmasi maupun tidak terkonfirmasi positif COVID-19, baik laki-laki maupun perempuan.”pungkasnya

(JP)